Story time Aku dari TK sampai lulus SMK diasuh sama nenek dan kakekku. Dan sekarang aku ikut kedua orangtuaku tinggal di Tangerang. Meninggalkan nenek dan kakekku di kampung. Ga berhati ya? Kata orang sih gitu. Sekarang aku sangat merindukan mereka, dimasa pandemi seperti ini aku tidak bisa pulang kampung karena adanya PPKM. Sudah sekitar 8 bulan aku tidak bertemu keduanya. Telfon pun tidak pernah, karena tidak ada yang bisa di telfon. Ada sih paman dan bibi tapi karena ada PPKM mungkin mereka jarang ke rumah nenek. Eh bukan tidak pernah telfon sih sebenernya tapi jarang, terakhir telfon waktu lebaran bulan Mei 2021. Aku menulis ini dengan keadaan badan meriang sehabis vaksin. Ya biasalah efek samping vaksin covid-19. Saat aku sakit seperti ini aku selalu mengingat nenek dan kakekku. Why? Karena kalo aku sakit mereka selalu siap siaga, bahkan mungkin tidak tidur semalaman. Tanpa aku minta pun mereka selalu memperhatikanku. Membuatkan makanan, mengompres sampe gendong ...
So far, I've never regretted that my parents left me when i was little. I'm always grateful to live a life with my grandma and grandpa. Very long, Meii. And you're so strong. Terima kasih sudah menjalaninya sejauh ini. Sudah cukup istirahatnya. Ayo jalan lagi. I hope this pandemic ends soon. I really miss outdoor activities. And lastly, i miss complained. Special thanks to Allah. Karena telah memberikan otak yang lumayan bisa dibanggakan, hati yang kuat, dan tentu saja usia sampai saat ini.
Komentar
Posting Komentar